Aku adalah aku

Siapa engkau ?

Begitu lama tak menyentuh hostingan gratis ini, yang aku sukai.. Siapa lg kalau bukan blogspot?

Sedikit banyak lupa tentang cara menulis, lebih tepatnya mengetik karena ini bukan menggunakan pena.. 


Yaa, aku ingin mencoba kembali merekam jejak langkahku di dalam digital ini.. 

Penting tapi mungkin tak penting juga.. 


Aku ingin memulai yang sebenarnya tak begitu awal aku memulai menulis, yaitu tentang sebuah kejadian..

Saat ini aku sudah tak lagi menjadi tuna karya, hamdalah..

Singkat cerita, aku sudah cukup lama menjalankan rutinitas yg membosankan itu, sekitar 9 bulan, mungkin..

Tapi tak melahirkan juga, karena bukan sebuah kehamilan..


Singkat cerita, sore itu jadwal aku menyelesaikan jatah energiku untuk perusahaan yg aku cintai ini.. 

Pukul 16:49 mungkin aku memulai perjalanan menuju tempat bersinggah, yaitu rumah.. 

Dari Kutoarjo (Purworejo) menuju Pejagoan (Kebumen) 

Itulah rutinitas ku tiap hari, yg membosankan..


Kebetulan saat itu sedang terjadi musibah, banjir..

Baru kali ini aku mengalami..

Sebab itu aku memutar, mencari jalan alternatif yg mungkin bisa aku lewati..

Pituruh, yaa itu.. Jalan terbaik


Seperti biasa.. Karena spedometer bensin motorku mati, aku harus menakar prediksi konsumsi bensin kendaraanku..

Entah kenapa, agak ragu waktu itu..

Untuk bisa sampai ditempat tujuan awal biasanya..

Hotel Merah Putih (Pom Bensin) Pekunden, langgananku..


Tapi aku nekad, dengan separuh hati.. 

Berjalan.. 

Akhirnya ku mulai perjalan tour antar Kabupaten seperti biasa.. 

Ditengah perjalanan, aku merasa lebih baik tanpa kekhawatiran akan prediksiku.. 


Ngeeeng.. 


Seperti itulah perjalananku.. 

Menggunakan motor bebek yg tak seberapa besar cc mesinnya.. 


Sepanjang perjalanan, aku menikmati.. 

Entah kenapa, merasa dunia baik-baik aja..

Padahal tak seperti nyatanya..


Lagu medley setia menemani perjalananku melalui headset kusamku..

Karena itu, mungkin.. Aku merasa dunia baik-baik aja..


Pukul 17:20, mungkin.. Tetiba aku sampai di depan SMA N 1 Kuthowinangun, salah satu sekolah favorit remaja waktu itu, karena banyak menggelar pensi dan festival.. 

Aku merasa janggal, sebab motor yg aku kendarai tak seperti bisanya.. 

Feeling akan terjadi hal yg tak kusuka.. 


Benar..


Feelingku.. 


Prediksi tentang takaran bensinku, salah.. 




Mesin motorku mati, tapi masih ada kecepatan sisa karena aku melaju cukup kencang.. 

Aku berharap jarak yg akan dijangkau sejauh tak terbatas.. 

Hingga tujuanku.. Hotel Merah Putih.. 


Naas, tak sampai.. Motorku lebih dulu tak memiliki cukup tenaga.. 

Tapi, tenang.. 

Entah.. Kenapa.. Waktu itu aku merasa itu bukan sebagai sebuah penderitaan, atau musibah.. 

Sebab.. Aku menikmati.. Dengan headset tetap terpasang.. Aku mendorong


Dalam hati, tenang.. 

Semacam aku percaya, akan ada malaikat yg menjelma menjadi manusia dengan hati suci..


Meter.. Demi meter.. Aku dorong, motorku..


Aku menikmati, berteman dengan lagu medley kesukaan.. 


Sssttt.. Greng greng greng.. (walau aku tak mendengar dengan jelas)


Tetiba ada pengendara lain, memepetku, namun salah posisi.. 

Sebab.. Ia berhenti tepat, disebelah kiri, yg harusnya disebelah kanan..


"mas, mau aku bantuin" ujarnya


"hah? Apa?" jawabku (tuli yg disebabkan oleh headset)

"bentar.. Bentar.. Aku lepas headset dulu" sambungku


"mas, boleh aku bantuin? Tapi aku ngga bisa step motor, nanti aku pake motor mas, dan mas pake motor aku" ujarnya kembali


"yaa.. Boleh" jawabku cepat, dlm hati siapa juga yg tak mau dibantu?


Segera kita tukar posisi, motor..


Singkat cerita, aku mulai menstep, motorku sendiri.. 


"kamu darimana?" tanyaku


"pulang kerja" jawabnya


"kerja dimana?" tanyaku kembali


"di Sruweng (Kebumen)" jawabnya kembali


Terasa singkat, sampailah kita di Hotel Merah Putih.. Tujuanku

Berhenti.. Kita..

Tak lupa aku menyampaikan "Terimakasih" kepadanya atas kebaikannya..


"sama-sama Mas" jawabnya


"mau tuker kontak?" tanyaku sembari mengambil kesempatan langka yg mungkin takkan terulang


"boleh" jawabnya dengan tenang 


"berapa nomornya" tanyaku kembali


"08.. Duh bentar aku lupa.. Ngga hafal" jawabnya..

"08xxxxxxxxxx ohyaa Instagram aku Mbakemana (dengarku waktu itu)" sambungnya


"oke baiklah.. Terimakasih yaa.. Salam kenal" jawabku..


Lantas.. Ia pun pulang, dengan hati-hati.. Dan aku merasa senang juga lega..


Aku biasa aja, waktu itu.. 

Namun aku tak biasa, atas sikapnya yg sangat baik.. 


Dalam hatiku, terkagum.. 

Siapakah dia, apakah benar dia manifestasi dari Malaikat?!


TANYAKU.. 

BERSAMBUNG..

17322