Teruntuk kau yg jauh disana, yg masih bertahan menjadi pemenang dalam hati.. tetaplah disana, aku kan datang.. maafkan aku yg begitu jauh dr formasi, namun kuharap kau akan mengampuni..
Aku ingin kau merasakan betapa wangi harum melati dan merahnya sang mawar..
Akupun ingin kau merasakan lembut dan hangatnya pelukan sang beruang berkapas putih..
Terbesit dlm otak rapuhku.. untuk apa? Jika semua itu tak ada artinya lagi ketika sang mahar telah datang?
Namun bukan itu yg aku khawatirkan.. tetaplah ditempat..
Tragedi 161016.. ketika aku termenung dlm kebisingan malam.. dapatkah kau akan bertahan?
Sekedar mempertahankan apa yg telah kau bawa.. desa di atas awan tak mungkin berubah menjadi metropolitan tanpa polusi..
Krn kaulah pemenang dlm hati, kuharap kau kan mengerti..
Tetaplah berdiri dengan tegapnya jiwamu..
Tetaplah tersenyum dengan pedihnya luka dlm hati..
Tetaplah kuat dengan goresan luka yg menyayat..
Ikuti saja arusnya.. jangan terbawa dan jangan melawan arus.. kejahatan terbaik adalah ia yg terbungkus dlm kebaikan..
Krn kaulah pemenang dlm hati, semoga kau kan mengerti..
Bukan pemenang jika masih memiliki lawan dan bukan pemimpin jika masih memiliki korban..
Ini bukanlah sebuah dongeng penghantar tidur, inilah realita..
Kaulah yg pantas kuperjuangkan, tetap kuperjuangkan dan selalu kuperjuangkan.. krn ada setitik bahagiaku yg tertanam dlm jiwamu..
Desa diatas awan..
Tetaplah..
Menjadi..
Desa di atas awan..





