Bahagia itu, sederhana.. Sesederhana aku dapat menatap wajahmu, dan aku dapat melihat senyum tipis di wajahmu.. Seperti halnya sedikit seruputan kopi di waktu hujan, tak begitu berarti sih, namun itu sangat membuat nyaman suasana.. Menatap wajahmu, adalah sebuah kepastian dalam berjumpa..
Akulah penggembala, akulah pejuang, akulah pengagum.. Berjuang dengan gigih dan berharap dengan ketidakpastian, itulah resiko..
Kau yang jauh disana, terimakasih telah membuatku terus bangkit dengan sepotong kata katamu yg pernah kujelaskan dalam diary digitalku sebelumnya..
Pasang.. Surut.. selalu kurasakan.. bahagia, lalu sengsara.. atau? Sengsara, lalu bahagia.. sudah biasa..
R ? Apa maksudnya? Entahlah.. tak ada yg tau tentang kode tersebut, walau sesepuh sekalipun..
Yang jelas, bagiku itu adalah sebuah tanda agar aku beristirahat sejenak.. benar saja aku lantas lakukan..
Setiap detik kutunggu dengan penuh rasa kebosanan..
Hingga kulihat tempelan di dinding, secarik kertas buram, bertuliskan angka 3, 4, 5, 6 oktober 2016
Menjadi saksi dlm hidup kusamku, saat kuterbang dlm angan dan berhayal dlm malam.. Last Night? Kau datang dan selalu datang, menemaniku dlm setiap mimpi kusam itu, merubah mimpi kusam itu menjadi sebuah paduan warna yg indah, 4 angka, 4 waktu, berturut turut, bukankah itu waktu yg cukup lama? Kok bisa? Heran..
Tidak dlm kenyataan, aku sedang berjuang untuk menahan.. menahan pahitnya sebuah kenyataan..
Aku akan terus berusaha untuk menyembunyikan..
R ?
Dan..
R ?
Lagi..
Apa maksudnya? Tolong jelaskan, hey kau ratu dalam mimpiku.. 23 M 97





