Cinta monyet? Lah manusia koh dibilang monyet, ada saja.. cinta
monyet adalah gelar jabatan yang deiberikan khusus bagi anak belasan tahun yang
sudah berani pacaran. Entah dari mana bisa mendapat sebutan itu, kenapa harus
monyet ga harimau, gajah atau jerapah aja gitu, hihi... mungkin karena monyet
itu dalam dongeng kan ceritanya nakal yang tukang ngibul (pembohong) yahh seperti
cinta anak remaja kan bohongan, maybe yes maybe no
Cinta remaja itu bohong, perlu bukti? lihat saja sewaktu masih
pendekatan (pdkt) si cowo akan mati matian menghibur dan akan berusaha keras
agar si cewe bisa tertawa karenanya, itu adalah kesan tersendiri bagi cowo
(berharap cewenya bakal terpancing oleh rayuan gombal cowo) yahh begitulah
sekiranya, caper dulu bertingkah konyol dan mengalahkan kelucuan badut, kenapa
ga jadi badut aja kan dapet duit tuh.
Hal lain dari cinta monyet adalah cinta monyet itu seperti permen
karet, yang hanya terasa manis di awal, akhirnya pun pahit juga. Apa hubunganya
dengan cinta? Bagi anda yang pernah mengalami cinta monyet, pasti anda pernah
merasakan betapa sakitnya pertengkaran, dicueki, dan di abaikan. Itu akan
terjadi setetalah beberapa saat setelah deal (resmi) pacaran, wah kaya jual
beli aja. Biasanya selang waktu 1 – 2 bulan.
Mengapa itu terjadi? Mengapa cowo akan membosankan dan bertingkah
sesuka hati setelah kira kira waktu tersebut? Mengapa cowo berubah? Mengapa cowo
ga seromantis waktu masih pendekatan (pdkt) ? jawabnnya singkat saja, yaitu
BOSAN. Itulah awal mengapa cinta monyet itu seperti permen karet yang hanya
manis di awal saja, ya begitulah alasanya, hanya memenuhi kebutuhan cowo saat
itu saja, setelah itu bosan dan mencari new girlfriend (pacar baru) biar
semangat baru untuk sekolah muncul, haha cukup ketawa mendengar alasan pacaran
untuk semangat belajar. Logika aja mana mungkin pacaran bisa membuat semangat
belajar muncul? Yang ada malah mengganggu belajar mah iya.
Pertama harus selalu kasih kabar ke pacar setiap saat, setiap jam,
setiap menit, setiap detik, wah kaya jadi dua kehidupan dalam diri kita. Kalau kita
tak kasih kabar pacar bakal marah, nah ini justru mengganggu belajar kan? Terus
darimana alasan kalo cinta untuk penyemangat belajar?
Kedua dalam pacaran tak mungkin tak ada perdebatan, ini adalah
alasan klasik mengapa pacaran justru membuat belajar menjadi berantakan.
Ketiga kita bakal sering cemburu jika melihat pacar kita bersama
orang lain, padahal mah cuma temen biasa, masa iya temen nanya tak kita jawab? Nanti
yang ada malah di jauhi temen.
Keempat faktanya memang pacaran justru mengganggu, kita akan sering
membayangkan orang yang kita suka, lalu bagaimana kita bisa fokus belajar?
Sudahlah buang tradisi buruk ini, bagi anda yang beragama pasti
agama tidak mengajarkan untuk pacaran dini, progress !
Say no to PACARAN





